Halo para pembaca Baskompi, kalian pernah dengar istilah bahasa partisi harddisk ngak ? ya mungkin tidak asing lagi di dunia komputer. Partisi harddisk adalah metode untuk membagi harddisk menjadi beberapa bagian (partisi) agar manajemen data jauh lebih rapi dan terstruktur. misalkan ada Local Disk C, Local Disk D, Local Disk E dan seterusnya.
Partisi harddisk wajib dilakukan bagi semua orang, karna membantu dalam proses manajemen data pribadi dan bisa cepat membedakan mana data kerja, data kuliah, data musik dan data lainnya.
Tapi terkadang ada masalah yang membuat orang pusing, padahal bukan hal yang harus di pusing kan, misalnya Saya punya SSD 120Gb terus udh saya install Windows dan data penting ada di situ semua dan saya mau buat partisi buat data lain masa harus install ulang sih, yak itu contoh kasus yang bikin pusing orang-orang yang belum tau metode Shrink Volume.
Gimana sih cara Shrink Volume biar data saya aman min ? sini tak kasih tau step-stepnya
Step Pertama:
Buka Windows Explorer dengan cara tekan tombol Windows + E, kemudian klik Kanan This PC kemudian pilih Manage.
Step Kedua:
Step Ketiga:
Selanjutnya kalian klik partisi yang akan di shrink / dibagikan jumlah datanya dengan partisi yang baru
Step Keempat:
Step Kelima:
Bagi partisi dengan jumlah terserah anda, tapi perlu di ingat!!! untuk partisi local drive c itu jangan sampai di bawah 150gb. Kenapa? menurut pengalaman admin sendiri, jika partisi di bawah 150gb itu akan cepat penuh untuk data sistem, data program dan lainnya. jika data local drive c penuh maka sistem operasi windows akan mengalami yang namanya lag/lemot
Jika berhasil memberikan jumlah partisi, maka tampilan selanjutnya akan seperti ini Jangan khawatir, jumlah harddisk yang berwarna hitam bukan rusak.
Ok setelah anda memastikan Jumlah partisi maka selesailah tutorial kali ini selamat karena pusing anda sudah hilang